Mengenai Bandung Philharmonic

Sebuah simfoni orkestra profesional yang menjadi tonggak standar bermusik instrumen di Bandung dengan penyajian karya yang bervariasi, dari masterpiece musik klasik sampai karya komponis-komponis Nusantara.


Visi

Menjadi komunitas pegiat musik yang dijiwai semangat harmoni antar perbedaan, dalam rangka meningkatkan martabat dan peradaban batin manusia melalui dialog antara kekayaan musikal internasional dan khasanah lokal.

Misi

  • Mengadakan pergelaran karya-karya musik yang bermutu tinggi guna memperluas dan memperdalam wawasan keadaban dan kemanusiaan.
  • Meningkatkan keahlian dan apresiasi musik ke taraf internasional sehingga empati kemanusiaan universal tumbuh dan berkembang.
  • Menggali kekayaan khasanah musik lokal dan membawanya ke dalam percaturan musik global demi mengangkat martabat bangsa.


"Saya ikut bangga ada sekelompok anak anak muda yang memperjuangkan asas negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila melalui Musik.

Philharmonic tidak melihat warna kulit, ras, suku, ataupun agama. Semua bersatu membawa kemampuannya untuk satu tujuan, yaitu menghasilkan musik yang mengubah dunia.

Disupport oleh talented international musician: Robert Nordling, Michael Hall, Eric Awuy, dan Danny Ceri sedang mengaudisi 150 pemain dari seputar Nusantara untuk mengikuti orkestra yang diprakarsai oleh anak bangsa, Airin Efferin.

Kolaborasi penuh perdamaian antara Barat dan Timur, Amerika dan Indonesia terlihat di orkestra impian anak anak muda ini.
Semoga idealisme generasi muda Indonesia dapat terus memperkuat bangsa ini." Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta 2012-2017


"Saya mendukung 1000 persen pembentukan Bandung Philharmonic!" Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung 2013 - 2018


"Pembentukan orkes simfonik Bandung Philharmonic merupakan berita gembira yang harus kita sambut bersama. Bukan hanya oleh masyarakat Bandung, tapi juga bangsa Indonesia pada umumnya.

Selama ini kegiatan musik simfonik di Indonesia selalu sepi dari perhatian dan dukungan pemerintah. Semoga peristiwa ini merupakan awal dari babak baru dunia musik simfonik di Indonesia, dimana semua insan musik, pecinta musik, pemerintah sama-sama bahu membahu saling mendukung.

Di negeri dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa, kita memerlukan jauh lebih banyak orkes simfoni dan musisinya. Dunia musik simfonik memerlukan banyak tiang penyanggah (baca: orkestra) untuk bisa bertahan. Saling mendukung. Saling menguatkan. Kita belum bersaing. Secara makro, kita harus akui bahwa bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia pun, kita masih jauh tertinggal.

Semoga Bandung Philharmonic menjadi inspirasi bagi kota lain untuk ikut membentuk orkes simfoni berikutnya. Selamat untuk segenap musisinya. Terima kasih untuk conductornya, Robert Nordling yang berkenan berbagi menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk Bandung Philharmonic.

Mari bersatu membangun musik simfonik Indonesia!" Addie MS, Twilite Orchestra


"Sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, sudah selayaknya Bandung memiliki sebuah orkes simfoni yang permanen sebagai wujud pencapaian prestasi budaya kota seni ini." Iswargia R. Soedarno, Jakarta Conservatory of Music


Music is the heart of the soul.

"Musik adalah satu kekuatan melampaui batas-batas yang dapat dilihat oleh mata. Tidaklah salah bila ada pepatah mengatakan ‘Ketika kata-kata gagal menyampaikan suara hati, musik bicara.'

Kita bersyukur atas Bandung Philharmonic yang dibentuk beberapa anak muda dengan cita-cita membangun bangsa melalui keindahan musik berkualitas.

Di Indonesia musik simfoni belum mendapat perhatian luas. Oleh sebab itu pembentukan Bandung Philharmonic yang membutuhkan semangat, energi, keuletan, serta dana yang besar patut kita apresiasi dan dukung.

Saya bangga atas anak-anak muda yang telah berani memulai satu terobosan besar di bangsa ini. Saya berdoa Bandung Philharmonic berjaya sesuai cita-citanya, menjadi inspirasi bagi pencinta musik dan mengharumkan nama bangsa.

Mari kita bersatu memberi dukungan kepada mereka, generasi muda Indonesia yang telah ambil bagian membangun sejarah melalui suatu karya besar." Maimunah Natasha, Direktur Haggai Institute Indonesia


"Selamat bagi para musisi hebat Bandung Philharmonic yang baru saja terbentuk! Wadah budaya seperti ini sangatlah penting bagi perkembangan masyarakat dan ekonomi. Rakyat Indonesia pastinya bangga melihat kalian semua menggunakan bakat-bakat kalian untuk memperkaya kehidupan berbangsa! Saya doakan yang terbaik untuk musim perdana kalian!" Clare Shore, DMA, The Juilliard School


"Sebelum menjadi kenyataan, tidak bisa dibayangkan Bandung akan mempunyai philharmonic orchestra, atau, symphony orchestra, sebuah formasi orkes dengan 50 – 70 pemain musik yang pembentukan formasinya berproses selama berabad-abad—antara Abad ke17 - 19 dan mengalami pengembangan minor pada awal Abad ke-20.

Pada masa kini, pembentukan orkes dengan formasi ini memerlukan dua dasar. Pertama auditorium yang punya kondisi akustik yang memadai, kedua tersedia dana subsidi yang cukup besar untuk mengorganisasikan orkes ini.

Di atas kertas, mustahil membentuk philharmonic orchestra di Indonesia. Kedua dasar itu tidak ada. Karena itu secara masuk akal mestinya tidak ada pemusik Indonesia yang punya gagasan membentuk philharmonic orchestra. Namun keniscayaan ini ternyata tidak mutlak—manusia punya kemampuan menerobos kesulitan apa pun. Empat pemusik Bandung mendirikan Bandung Philharmonic berhasil karena bisa mengatasi kesulitan yang pada mulanya terkesan sangat kuat tidak mungkin bisa diatasi.

Bekerja sama dengan seorang conductor Amerika Serikat, Bandung Philharmonic akan menyajikan private concert pada Januari 2016 di Bandung dan sudah merencanakan public concert pada April dan September 2016."

Masih tersisa kesan, “Bagaimana mungkin ?” Jim Supangkat, Art Critic, Sculptor, and Curator (Indonesia)